Teknologi Injeksi Plastik : Hot Runner System

Oleh : Ir. Arif Budi Wicaksono, S.T., M. Eng

Kebutuhan akan produk berbahan plastik dengan kuantitas dan kualitas tinggi menuntut dibuatnya proses manufaktur yang mendukung agar target produsen dan kebutuhan dari konsumen terpenuhi. Produsen cetakan injeksi plastik menawarkan solusi dengan cara menghasilkan produk plastik berkualitas tinggi dan hemat biaya yang bisa digunakan dalam berbagai aplikasi. Saat ini, plastik telah menjadi salah satu bahan yang paling banyak digunakan dengan menawarkan tingkat daya tahan dan ketahanan yang tinggi terhadap korosi.

Sumber Gambar : Mold Masters

Proses pencetakan injeksi plastik dimulai pada sekitar tahun 1872 ketika mesin cetak plastik pertama ditemukan dan dipatenkan dengan material awal celluloid. Penemu mesin ini yaitu John W. Hyatt dan saudaranya Isaiah lalu menggunakannya untuk mencetak kancing, sisir, dan barang-barang serupa. Penemuan ini menandai awal dari industri manufaktur plastik. Dalam masyarakat saat ini, cetakan injeksi plastik telah diterapkan di banyak industri dengan menawarkan berbagai manfaat termasuk efisiensi biaya dan ketahanan. Proses manufaktur plastik saat sudah ini menggabungkan kemajuan teknologi dan proses komputer yang memungkinkan produksi cetakan plastik yang lebih presisi dan efektif.

Sistem hot runner dapat menjadi suatu alternatif yang baik untuk proses manufaktur injection molding plastik dimana sistem ini menawarkan pengendalian suhu plastik leleh yang lebih baik sehingga dapat mencegah berbagai cacat produk plastik. Disatu sisi, pengaplikasian hot runner system membutuhkan suatu keahlian teknis yang tinggi dalam memilih, mengatur, mengelola, dan memastikan proses manufaktur berjalan dengan baik. Teknologi hot runner adalah penggunaan sebuah sistem komponen (manifold) yang dipanaskan dan digunakan dalam injection mold untuk menginjeksi material plastik leleh ke dalam rongga cetakan. Proses pemanasan pada sistem hot runner ditujukan untuk memastikan plastik di dalam runner dan gate mengalir dengan baik (tidak mendingin dan mengeras). Pada sistem hot runner, terdapat batang pemanas (heating rod) sehingga seluruh bagian runner dan nozzle pada molding akan berada pada suhu yang tinggi sehingga plastik di dalamnya tetap dalam bentuk cair.

Gambar 1. Ilustrasi perbedaan komponen dan hasil cetakan antara sistem Hot Runner dan Cold Runner (Sumber Gambar: Nanoplas)

Beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dengan mengaplikasikan sistem hot runner adalah : dapat menghemat penggunaan dan biaya material, dapat mempersingkat molding cylcle time, dapat meningkatkan efisiensi mesin injeksi, dapat meningkatkan kualitas dan konsistensi hasil akhir komponen plastik dan dapat mengurangi pengaplikasian tekanan injeksi yang dapat mereduksi kemungkinan munculnya deformasi pada produk dengan dinding tipis.