Menjadi Engineer di Turki: Alumni Teknik Mesin UII Berbagi Bekal Karier Global
Program Studi Teknik Mesin Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan kegiatan Saturday Solidarity Sharing Session (4S) sebagai wadah berbagi pengalaman dan inspirasi karier dari alumni. Pada edisi kali ini, kegiatan menghadirkan Ahmad Faza Farkhani, alumni Teknik Mesin UII angkatan 2013 yang saat ini berkarier di Turki di Perusahaan ProSMT. Mengusung tema “Menjadi Engineer di Turki”, acara ini diselenggarakan pada Sabtu, 6 Juni 2026 di Ruang Audiovisual 1.06 Gedung Mas Mansyur FTI UII dan terbuka bagi mahasiswa yang ingin memperluas wawasan tentang peluang karier internasional.
Dalam pemaparannya, Ahmad Faza menekankan bahwa perjalanan menuju karier global tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga dibangun melalui rekam jejak kegiatan yang konsisten sejak masa kuliah. Ia membagikan berbagai pengalaman yang pernah dijalani, mulai dari keterlibatan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), kompetisi kapal cepat tak berawak, kegiatan pengabdian masyarakat, kerja praktik di Thailand, hingga penyelesaian tugas akhir di Thailand. Beragam pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam membangun portofolio yang menunjukkan kapasitas, komitmen, dan kesiapan menghadapi tantangan profesional di tingkat internasional.

Selain rekam jejak aktivitas, Ahmad Faza juga menyoroti pentingnya membangun mental dan karakter yang kuat. Menurutnya, seorang engineer perlu memiliki ketahanan menghadapi tantangan, semangat belajar yang tinggi, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta keterampilan teknis dan pemecahan masalah yang baik. Ia juga menekankan nilai-nilai integritas, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat sebagai bagian dari karakter yang harus dimiliki seorang insinyur. Karakter tersebut menjadi fondasi yang mendukung keberhasilan seseorang ketika bekerja di lingkungan multikultural dan kompetitif.
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kemampuan bahasa Inggris serta penguasaan kompetensi yang relevan dengan bidang yang dituju. Ahmad Faza mengingatkan bahwa kemampuan berkomunikasi secara global akan membuka akses terhadap peluang pendidikan, riset, maupun pekerjaan di berbagai negara. Ia mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan hard skills dan soft skills secara seimbang serta mencari pengalaman yang linear dengan tujuan karier yang ingin dicapai. Melalui kegiatan 4S ini, mahasiswa Teknik Mesin UII diharapkan semakin termotivasi untuk mempersiapkan diri sejak dini dan berani mengambil peluang untuk berkiprah di kancah internasional.






