Alumni Teknik Mesin UII Bagikan Strategi Meniti Karier di Industri EPC Oil and Gas

Program Studi Teknik Mesin Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menghadirkan kegiatan Saturday Solidarity Sharing Session dengan menghadirkan Fendi Zulfianto Haris, alumni angkatan 2014, sebagai narasumber. Dalam sesi tersebut, Fendi membagikan pengalaman profesionalnya sebagai Project Engineer di industri Engineering, Procurement, Construction (EPC) sektor oil and gas. Ia menjelaskan bagaimana proyek EPC dijalankan secara terintegrasi mulai dari tahap konsep, desain, pengadaan material, konstruksi, hingga proses commissioning sebelum fasilitas diserahkan kepada klien. Menurutnya, lulusan teknik mesin memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam berbagai tahapan proyek karena keterampilan dasar yang diperoleh selama perkuliahan sangat relevan dengan kebutuhan industri.

Dalam pemaparannya, Fendi menekankan bahwa seorang mechanical engineer di industri EPC tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya di lapangan. Kemampuan membaca gambar teknik seperti P&ID, memahami standar internasional, mengenal peralatan proses, hingga mengawasi instalasi dan pengujian peralatan menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki. Selain itu, kemampuan berkoordinasi dengan berbagai disiplin lain seperti piping, electrical, dan civil juga menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan dalam proyek berskala besar. Ia menegaskan bahwa dunia kerja menuntut engineer yang adaptif, komunikatif, dan mampu menyelesaikan persoalan teknis secara cepat.

Salah satu pesan utama yang disampaikan kepada mahasiswa adalah pentingnya memanfaatkan kesempatan magang sejak masih kuliah. Fendi menyebut pengalaman magang sebagai langkah awal yang sangat menentukan dalam membangun karier di industri yang diinginkan. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi yang lebih strategis untuk mendapatkan akses magang dibandingkan lulusan baru yang belum memiliki pengalaman. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk mempersiapkan CV yang ATS-friendly, aktif mengikuti komunitas profesional, serta memperluas jaringan dengan alumni agar lebih siap menghadapi proses rekrutmen di dunia industri.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mendorong kembali budaya akademik dan inovasi di lingkungan Teknik Mesin UII. Dalam sesi diskusi, dosen menyampaikan komitmen untuk mendukung pengaktifan laboratorium sebagai ruang pengembangan minat mahasiswa, termasuk dalam bidang robotika dan kendaraan listrik. Melalui forum berbagi bersama alumni, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan nyata tentang tantangan dunia kerja sekaligus termotivasi untuk mempersiapkan diri lebih dini. Program ini menjadi bagian dari upaya UII dalam memperkuat hubungan antara kampus, alumni, dan mahasiswa guna menciptakan lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.