Tim Robot Mesin V yang mewakili UII pada Line Tracking Robot Competition (LTRC) 2009 berhasil meraih trophi
penghargaan teknologi terbaik untuk kelas robot berkaki. Tim Robot Mesin V, yang beranggotakan Sukerman Endik dan
Amrullah Mahardika serta dibimbing oleh Tri Setia Putra, ST ini, adalah satu-satunya peserta yang menampilkan robot menggunakan sistem penggerak dua kaki.

 

LTRC yang diselenggarakan oleh STTNAS Yogyakarta ini adalah lomba adu cepat robot untuk mengikuti suatu lintasan yang berbentuk garis. LTRC yang telah diselenggarakan untuk keempat kalinya ini diikuti lebih dari 150 tim yang bertanding pada dua kategori, yaitu robot beroda dan berkaki. Adapun pemenang untuk kategori beroda adalah ACDC (UGM), On Style (UGM), dan Chiki Chiki Boom Boom(UNY). Pemenang untuk kategori berkaki adalah Docar Mlaku(UGM), Flapytron(UMY), dan GeoDocar(UGM).

 

 Tim Mousebaret dari Jurusan Teknik Mesin FTI raih juara 4 pada UNY Line Follower Robo Contest, Sabtu, 20 Desember 2008. Lomba yang digelar di KLPT Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta ini diikuti oleh 100 tim, baik dari perguruan tinggi maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. SMA tersebut diantaranya SMA 6, SMA 3, SMA 1, SMK 3, dan SMK Prambanan.

 

Pada perlombaan ini, dari 5 tim Teknik Mesin UII yang turut berpartisipasi, semuanya lolos ke babak 32 besar setelah pada penyisihan grup mampu mengalahkan lawan-lawannya di grup G dan H. Pada babak sistem gugur tim-tim Teknik Mesin UII sudah harus saling berhadapan di 32 besar, 16 besar, dan 8 besar. Akhirnya hanya tim Mousebaret mampu maju ke babak 4 besar.

 

Sebetulnya, menurut Agung Nugroho Adi, ST., MT., selaku pembimbing tim, dibandingkan dengan ketiga tim peringkat teratas, robot dari tim Teknik Mesin UII tidak kalah dari segi kecepatan maupun ketepatan dalam mengikuti garis. “Namun, memang harus diakui, dalam penentuan strategi dan penerapannya pada pemrograman ketiga tim tersebut lebih baik,” ujar Agung.

 Pada semifinal, tim Mousebaret menyerah dari tim dari Teknik Elektro UGM dan pada perebutan 3-4 kalah tipis dari tim putri Poltek Negeri Semarang. Kelima tim dari Teknik Mesin UII terdiri dari Kurniawan AW., Dwi Wiyanto, Untung Aji Tia, Faisal Nurhuda, Sukerman Endik, Joko Sriyanto, Riza Ariasandy, Amrullah Mahardika, M. Ariefsyah, dan M. Fathan. Selain tim Teknik Mesin, 7 tim Teknik Elektro UII juga turut berpartisipasi pada lomba ini.

Hasil lomba selengkapnya yaitu juara 1 dan 2 diraih oleh tim dari Teknik Elektro UGM. Sedangkan, juara 3 disabet tim dari Poltek Negeri Semarang. (adjie/misbah)

 ”APAKAH kanopi ini tidak berat dan tidak mengganggu?”. Pertanyaan itu disebut Ghalih Widi paling banyak dilontarkan penonton dalam National Innovation Contest (NIC) 2008 di ITB Bandung ketika melihat motor berkanopi. Mungkin karena baru pertamakali melihat, banyak pengunjung yang terkesan takjub dengan kanopi dari fiber kreasi inovasi mahasiswa UII Yogyakarta.

Tentu bukan semata ketakjuban penonton saja yang membawa teknologi kanopi sepeda motor itu meraih juara II dalam NIC 2008 dan menyabet piala plus hadiah Rp 10 juta. Kaprodi Teknik Mesin FTI UII, M Ridwan mengatakan, kriteria penilaian lomba tidak sekadar kecanggihan. ”Faktor green, keterserapan pada masyarakat dan keterbuatannya adalah kriteria yang juga cukup memiliki bobot penilaian,” ungkap Ridwan dalam syukuran kemenangan di Ruang PR III UII, Jumat (28/11) sore.

Dalam National Innovation Contest 2008 (NIC 2008) yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (HMM ITB), tim mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia lolos ke babak 20 besar setelah melewati tahapan seleksi proposal.

Tim ini, dengan koordinator Dedi Astika ini, telah menghasilkan kanopi sepeda motor dengan menggunakan bahan komposit yang berasal dari serat rami. Pemenang pertama dari lomba ini diberi kesempatan untuk mengembangkan produk yang dibuat dengan difasilitasi PusatInkubator Industri dan Bisnis (PI2B) ITB.

Selain lomba inovasi untuk mahasiswa, pada NIC 2008 juga dipertandingkan lomba pembuktian fisika untuk murid SMA. Babak final NIC 2008 dilaksanakan pada 17-19 November 2008 di ITB Bandung.

Aan Budi Andrianta, mahasiswa Jurusan Teknik Mesin FTI UII memenangkan Juara III Lomba Penemu/Pengembang Iptek dengan mengembangkan Desain Mesin Freis Tangan. Kegiatan Lomba ini diadakan dalam rangka Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-13 yang diselenggarakan oleh BAPPEDA Kabupaten Sleman. Posisi Juara I ditempati oleh oleh Tugino, ST., MT. (dosen dari Teknik Elektro STTNAS) yang mengembangkan Alat Pemantau Keamanan dan Kontrol Peralatan Listrik Jarak Jauh Pada Rumah atau Gedung Menggunakan SMS, dan Juara II diterima oleh Hendriyawan, ST. (dosen dari Teknik Elektro UTY) yang membuat Inkubator Cerdas untuk Budi daya Jamur Merang Pada Insdustri Rumah tangga Skala Kecil.

Teknologi tepat guna yang dikembangkan oleh Aan merupakan hasil dari Tugas Akhirnya. Mesin Freis Tangan pada awalnya dirancang sebagai alat pembuat rongga cetak pada lembaran lilin dalam pembuatan prototipe produk. Namun, setelah diteliti ternyata alat ini dapat pula difungsikan sebagai alat potong berbagai material yang relatif lunak, seperti kayu, triplek, plastik, dan akrilik. Mesin Freis Tangan ini dapat pula menggantikan fungsi dari beberapa peralatan yang telah ada saat ini, seperti gergaji triplek, bor tangan, pahat, dan gergaji, sehingga diharapkan nantinya dapat digunakan untuk membantu para pengrajin kayu dalam membuat bentuk-bentuk dari kayu. Keistimewaan alat ini adalah mudah dalam pembuatan dan pengoperasian, serta potongan yang dihasilkan rapi.