”APAKAH kanopi ini tidak berat dan tidak mengganggu?”. Pertanyaan itu disebut Ghalih Widi paling banyak dilontarkan penonton dalam National Innovation Contest (NIC) 2008 di ITB Bandung ketika melihat motor berkanopi. Mungkin karena baru pertamakali melihat, banyak pengunjung yang terkesan takjub dengan kanopi dari fiber kreasi inovasi mahasiswa UII Yogyakarta.

Tentu bukan semata ketakjuban penonton saja yang membawa teknologi kanopi sepeda motor itu meraih juara II dalam NIC 2008 dan menyabet piala plus hadiah Rp 10 juta. Kaprodi Teknik Mesin FTI UII, M Ridwan mengatakan, kriteria penilaian lomba tidak sekadar kecanggihan. ”Faktor green, keterserapan pada masyarakat dan keterbuatannya adalah kriteria yang juga cukup memiliki bobot penilaian,” ungkap Ridwan dalam syukuran kemenangan di Ruang PR III UII, Jumat (28/11) sore.

Dalam National Innovation Contest 2008 (NIC 2008) yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (HMM ITB), tim mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia lolos ke babak 20 besar setelah melewati tahapan seleksi proposal.

Tim ini, dengan koordinator Dedi Astika ini, telah menghasilkan kanopi sepeda motor dengan menggunakan bahan komposit yang berasal dari serat rami. Pemenang pertama dari lomba ini diberi kesempatan untuk mengembangkan produk yang dibuat dengan difasilitasi PusatInkubator Industri dan Bisnis (PI2B) ITB.

Selain lomba inovasi untuk mahasiswa, pada NIC 2008 juga dipertandingkan lomba pembuktian fisika untuk murid SMA. Babak final NIC 2008 dilaksanakan pada 17-19 November 2008 di ITB Bandung.

Aan Budi Andrianta, mahasiswa Jurusan Teknik Mesin FTI UII memenangkan Juara III Lomba Penemu/Pengembang Iptek dengan mengembangkan Desain Mesin Freis Tangan. Kegiatan Lomba ini diadakan dalam rangka Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-13 yang diselenggarakan oleh BAPPEDA Kabupaten Sleman. Posisi Juara I ditempati oleh oleh Tugino, ST., MT. (dosen dari Teknik Elektro STTNAS) yang mengembangkan Alat Pemantau Keamanan dan Kontrol Peralatan Listrik Jarak Jauh Pada Rumah atau Gedung Menggunakan SMS, dan Juara II diterima oleh Hendriyawan, ST. (dosen dari Teknik Elektro UTY) yang membuat Inkubator Cerdas untuk Budi daya Jamur Merang Pada Insdustri Rumah tangga Skala Kecil.

Teknologi tepat guna yang dikembangkan oleh Aan merupakan hasil dari Tugas Akhirnya. Mesin Freis Tangan pada awalnya dirancang sebagai alat pembuat rongga cetak pada lembaran lilin dalam pembuatan prototipe produk. Namun, setelah diteliti ternyata alat ini dapat pula difungsikan sebagai alat potong berbagai material yang relatif lunak, seperti kayu, triplek, plastik, dan akrilik. Mesin Freis Tangan ini dapat pula menggantikan fungsi dari beberapa peralatan yang telah ada saat ini, seperti gergaji triplek, bor tangan, pahat, dan gergaji, sehingga diharapkan nantinya dapat digunakan untuk membantu para pengrajin kayu dalam membuat bentuk-bentuk dari kayu. Keistimewaan alat ini adalah mudah dalam pembuatan dan pengoperasian, serta potongan yang dihasilkan rapi.