Dedy Astika (Alumni Teknik Mesin FTI UII) Raih Indonesia Berprestasi Award 2009 PT Excelcomindo (XL)

Ketika berbagai persoalan sosial terus melilit masyarakat, selalu saja ada orang-orang yang bersedia mendedikasikan dirinya untuk mengurainya dan menemukan jalan keluar. Hasil karya dan usaha mereka secara nyata telah terbukti mampu mengatasi sebagian persoalan yang ada. Kepada mereka para warga negara berprestasi ini, kembali PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) menganugerahkan penghargaan Indonesia Berprestasi Award (IB Award) 2009. Penghargaan diserahkan oleh Direktur Corporate Service XL, Joris de Fretes, di Jakarta, Senin, 26 Oktober 2009.

 

“Orang-orang ini dengan tekun dan bahkan tanpa pamrih, telah mencurahkan seluruh daya, upaya, usaha, bahkan mengorbankan harta benda untuk mengatasi persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Sementara itu, mungkin orang lain justru tidak peduli meskipun masalah tersebut juga menderanya. XL berharap dengan penghargaan ini dapat menjadikan semakin luas kalangan masyarakat yang tergerak mengikuti jejak para teladan ini,” ujar Joris de Fretes dalam jumpa persnya.

 

IB Award 2009 memberikan penghargaan pada kategori Wirausaha, Pendidikan, Sosial Kemasyarakatan, Seni dan Budaya dan IPTEK (Ilmu pengetahuan dan Teknologi). Beberapa faktor yang menjadi dasar penghargaan adalah integritas, inovasi, dan konsistensi. Untuk IB Award 2009 ini, jelas Joris, penghargaan diberikan dari hasil seleksi terhadap 1.214 kandidat yang masuk ke panitia, baik dalam bentuk surat fisik ataupun surat elektronik.

Berikut 5 peraih penghargaan terbaik:

  • Kategori Pendidikan: DR. Denny Hidayati
  • Kategori Wirausaha: Susi Pudjiastuti
  • Kategori Sosial Kemasyarakatan: Bambang Suwerda
  • Kategori Ilmu Pengetahuan dan Teknologi: Camellia Panatarani
  • Kategori Seni dan Budaya: Dynand Fariz

Penerima Indonesia Berprestasi Award 2009 ini mendapatkan penghargaan berupa trophy, dan hadiah uang tunai senilai total Rp. 175 juta untuk kelima pemenang.

Dewan Juri juga menetapkan Susi Pudjiastuti untuk mendapatkan Special Award: The Most Inspiring. Selain itu, Dewan Juri juga menetapkan Special Recognition:

  • Kategori Pendidikan: Muhammad Durori
  • Kategori Wirausaha: Nancy Go & Goris Mustaqim
  • Kategori Sosial Kemasyarakatan: Adiosyafri
  • Kategori Ilmu Pengetahuan dan Teknologi: Muhamad Khairul Ikhwan & Dedy Astika (alumni Jurusan Teknik Mesin FTI UII)
  • Kategori Seni dan Budaya: Slamet Gundono

Dedy Astika, alumni Teknik Mesin FTI UIISelain itu, kepada para penerima IB Award tersebut, XL akan memfasilitasi usaha-usaha mereka untuk membantu masyarakat agar bisa dikembangkan pada lingkup yang lebih luas. XL juga akan membantu mendekatkan mereka dengan media massa, pemerintah daerah masing-masing, serta program-program yang bisa meningkatkan nilai karya usaha mereka.

Para penerima tersebut dipilih oleh dewan juri yang terdiri dari Prof. Umar Anggara Jenie (Akedemisi – Ketua LIPI), Dr. Imam Prasojo (Sosiolog), Dr. Ninok Leksono (Jurnalis senior), Adrie Subono (Promotor Musik), Artika Sari Devi (Mantan Putri Indonesia – Sosialita), serta Dian Siswarini (Direktur Network XL). Seleksi atas para kandidat telah dilakukan beberapa kali dalam kurun waktu 5 bulan, termasuk menyaksikan keberadaan dan hasil karya usaha mereka.

“Nama-nama penerima Indonesia Berprestasi Award 2009 yang kami pilih ini merupakan orang-orang yang telah terbukti mampu menunjukkan secara nyata jalan keluar yang bisa menjadi alternatif untuk mengatasi persoalan sosial kita, sesuai dengan bidang-bidang yang mereka geluti. Kami yakin, di luar sana masih banyak warga negara Indonesia yang juga punya jiwa membangun seperti mereka, yang rela berbuat banyak demi masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Dr. Imam Prasodjo, mewakili para dewan juri IB Award 2009.

IB Award merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) dari XL berupa penganugerahan kepada warga negara Indonesia berprestasi yang karya-karyanya bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat luas. Melalui penghargaan ini, XL berharap bisa ikut serta mendorong tumbuhnya motivasi masyarakat untuk mencari solusi-solusi alternatif secara mandiri dalam menghadapi persoalan sosial yang ada. Program tahunan IB Award tahun ini memasuki tahun ke-3. (Misbah; sumber www.xl.co.id)

Petrus Tedja Hapsoro: Ketergantung Dunia Industri Atas Mold & Die Sangat Tinggi Agar Lebih Ekonomis

Petrus Tedja Hapsoro mengupas Dies and Mould Manufacturing di Jurusan Teknik Mesin UII“Tidak dapat disangkal lagi, bahwa kian hari dunia industri dituntut untuk lebih ekonomis agar tidak kalah bersaing. Untuk itu, maka untuk dapat memproduksi produk dalam jumlah yang besar dibutuhkanlah alat bantu yang disebut cetakan (mold or die),” demikian penuturan Petrus Tedja Hapsoro dari PT. Yogya Presisi Tekniktama Indonesia, ketika menjadi pembicara tunggal dalam Stadium General Dies and Mould Manufacturing di Jurusan Teknik Mesin FTI UII, 28 Mei 2009.

Dengan adanya mold & die, Hapsoro melanjutkan, juga untuk menjaga konsistensi kualitas sebuah produk. “Produk akan lebih terjaga presisinya, variasi jenisnya juga dapat lebih aman, serta biaya dapat ditekan serendah mungkin. Nah, tujuan akhir dari itu semua adalah agar tingkat produktifitas perusahaan tinggi,” ujarnya.

 

Sedangkan, untuk jenis pencetakan sendiri dapat dibagi menjadi dua macam cara, pertama dengan Mold yaitu dengan mencairkan material baru kemudian produk dicetak. Kedua, dengan Die yaitu dengan cara dibentuk dalam kondisi material solid.

 

“Mold sendiri banyak digunakan untuk memproduksi produk plastik dalam jumlah yang relatif besar. Bentuk, material dan ukurannya juga dapat lebih beragam. Aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari diantaranya adalah produk plastik alat rumah tangga, elektronik, kendaraan, telekomunikasi, kedokteran, militer, dan lain sebagainya,” jelas Hapsoro.

Untuk Die, merupakan jenis alat yang digunakan untuk memotong atau membentuk sebuah produk. Alat ini dipasangkan pada sebuah mesin press dan material yang diproses berupa lembaran logam atau plastik. Secara umum, die dibagi menjadi 3, yaitu single process (dalam 1 die hanya ada satu proses), transfer process (dalam 1 die ada lebih dari satu proses, namun perpindahan dari proses 1 ke selanjutnya memakai alat bantu), dan progressive process (dalam 1 die ada lebih dari satu proses dan perpindahan dari tiap proses secara kontinyu serta masih dalam 1 sheet).

“Hal ini sangat penting dipelajari di Jurusan Teknik Mesin UII ini. Apalagi, saya mendengar bahwa Teknik Mesin UII mengkonsentrasikan diri di bidang mesin manufaktur. Jadi, sudah seharusnya materi terkait cetakan ini juga menjadi prioritas,” kata Hapsoro. (Mishbahul Munir)

Tim Teknik Mesin UII Meraih Penghargaan Teknologi Terbaik Pada Line Tracking Robot Competition 2009

 Tim Robot Mesin V yang mewakili UII pada Line Tracking Robot Competition (LTRC) 2009 berhasil meraih trophi
penghargaan teknologi terbaik untuk kelas robot berkaki. Tim Robot Mesin V, yang beranggotakan Sukerman Endik dan
Amrullah Mahardika serta dibimbing oleh Tri Setia Putra, ST ini, adalah satu-satunya peserta yang menampilkan robot menggunakan sistem penggerak dua kaki.

 

LTRC yang diselenggarakan oleh STTNAS Yogyakarta ini adalah lomba adu cepat robot untuk mengikuti suatu lintasan yang berbentuk garis. LTRC yang telah diselenggarakan untuk keempat kalinya ini diikuti lebih dari 150 tim yang bertanding pada dua kategori, yaitu robot beroda dan berkaki. Adapun pemenang untuk kategori beroda adalah ACDC (UGM), On Style (UGM), dan Chiki Chiki Boom Boom(UNY). Pemenang untuk kategori berkaki adalah Docar Mlaku(UGM), Flapytron(UMY), dan GeoDocar(UGM).

 

Tim Mousebaret Teknik Mesin UII Raih Juara 4 pada UNY Line Follower Robo Contest 2008

 Tim Mousebaret dari Jurusan Teknik Mesin FTI raih juara 4 pada UNY Line Follower Robo Contest, Sabtu, 20 Desember 2008. Lomba yang digelar di KLPT Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta ini diikuti oleh 100 tim, baik dari perguruan tinggi maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. SMA tersebut diantaranya SMA 6, SMA 3, SMA 1, SMK 3, dan SMK Prambanan.

 

Pada perlombaan ini, dari 5 tim Teknik Mesin UII yang turut berpartisipasi, semuanya lolos ke babak 32 besar setelah pada penyisihan grup mampu mengalahkan lawan-lawannya di grup G dan H. Pada babak sistem gugur tim-tim Teknik Mesin UII sudah harus saling berhadapan di 32 besar, 16 besar, dan 8 besar. Akhirnya hanya tim Mousebaret mampu maju ke babak 4 besar.

 

Sebetulnya, menurut Agung Nugroho Adi, ST., MT., selaku pembimbing tim, dibandingkan dengan ketiga tim peringkat teratas, robot dari tim Teknik Mesin UII tidak kalah dari segi kecepatan maupun ketepatan dalam mengikuti garis. “Namun, memang harus diakui, dalam penentuan strategi dan penerapannya pada pemrograman ketiga tim tersebut lebih baik,” ujar Agung.

 Pada semifinal, tim Mousebaret menyerah dari tim dari Teknik Elektro UGM dan pada perebutan 3-4 kalah tipis dari tim putri Poltek Negeri Semarang. Kelima tim dari Teknik Mesin UII terdiri dari Kurniawan AW., Dwi Wiyanto, Untung Aji Tia, Faisal Nurhuda, Sukerman Endik, Joko Sriyanto, Riza Ariasandy, Amrullah Mahardika, M. Ariefsyah, dan M. Fathan. Selain tim Teknik Mesin, 7 tim Teknik Elektro UII juga turut berpartisipasi pada lomba ini.

Hasil lomba selengkapnya yaitu juara 1 dan 2 diraih oleh tim dari Teknik Elektro UGM. Sedangkan, juara 3 disabet tim dari Poltek Negeri Semarang. (adjie/misbah)

Kanopi ‘Made In’ Mahasiswa Teknik Mesin FTI UII: Raih Juara, Menuai Pesanan

 ”APAKAH kanopi ini tidak berat dan tidak mengganggu?”. Pertanyaan itu disebut Ghalih Widi paling banyak dilontarkan penonton dalam National Innovation Contest (NIC) 2008 di ITB Bandung ketika melihat motor berkanopi. Mungkin karena baru pertamakali melihat, banyak pengunjung yang terkesan takjub dengan kanopi dari fiber kreasi inovasi mahasiswa UII Yogyakarta.

Tentu bukan semata ketakjuban penonton saja yang membawa teknologi kanopi sepeda motor itu meraih juara II dalam NIC 2008 dan menyabet piala plus hadiah Rp 10 juta. Kaprodi Teknik Mesin FTI UII, M Ridwan mengatakan, kriteria penilaian lomba tidak sekadar kecanggihan. ”Faktor green, keterserapan pada masyarakat dan keterbuatannya adalah kriteria yang juga cukup memiliki bobot penilaian,” ungkap Ridwan dalam syukuran kemenangan di Ruang PR III UII, Jumat (28/11) sore.

Kanopi Sepeda Motor Teknik Mesin UII Lolos di National Innovation Contest 2008

Dalam National Innovation Contest 2008 (NIC 2008) yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (HMM ITB), tim mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia lolos ke babak 20 besar setelah melewati tahapan seleksi proposal.

Tim ini, dengan koordinator Dedi Astika ini, telah menghasilkan kanopi sepeda motor dengan menggunakan bahan komposit yang berasal dari serat rami. Pemenang pertama dari lomba ini diberi kesempatan untuk mengembangkan produk yang dibuat dengan difasilitasi PusatInkubator Industri dan Bisnis (PI2B) ITB.

Selain lomba inovasi untuk mahasiswa, pada NIC 2008 juga dipertandingkan lomba pembuktian fisika untuk murid SMA. Babak final NIC 2008 dilaksanakan pada 17-19 November 2008 di ITB Bandung.

Mahasiswa Teknik Mesin Menangkan Lomba Penemu/Pengembang Iptek di Sleman

Aan Budi Andrianta, mahasiswa Jurusan Teknik Mesin FTI UII memenangkan Juara III Lomba Penemu/Pengembang Iptek dengan mengembangkan Desain Mesin Freis Tangan. Kegiatan Lomba ini diadakan dalam rangka Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-13 yang diselenggarakan oleh BAPPEDA Kabupaten Sleman. Posisi Juara I ditempati oleh oleh Tugino, ST., MT. (dosen dari Teknik Elektro STTNAS) yang mengembangkan Alat Pemantau Keamanan dan Kontrol Peralatan Listrik Jarak Jauh Pada Rumah atau Gedung Menggunakan SMS, dan Juara II diterima oleh Hendriyawan, ST. (dosen dari Teknik Elektro UTY) yang membuat Inkubator Cerdas untuk Budi daya Jamur Merang Pada Insdustri Rumah tangga Skala Kecil.

Teknologi tepat guna yang dikembangkan oleh Aan merupakan hasil dari Tugas Akhirnya. Mesin Freis Tangan pada awalnya dirancang sebagai alat pembuat rongga cetak pada lembaran lilin dalam pembuatan prototipe produk. Namun, setelah diteliti ternyata alat ini dapat pula difungsikan sebagai alat potong berbagai material yang relatif lunak, seperti kayu, triplek, plastik, dan akrilik. Mesin Freis Tangan ini dapat pula menggantikan fungsi dari beberapa peralatan yang telah ada saat ini, seperti gergaji triplek, bor tangan, pahat, dan gergaji, sehingga diharapkan nantinya dapat digunakan untuk membantu para pengrajin kayu dalam membuat bentuk-bentuk dari kayu. Keistimewaan alat ini adalah mudah dalam pembuatan dan pengoperasian, serta potongan yang dihasilkan rapi.