




| Beban Tugas Akhir haruslah diusahakan sesuai dengan bobot SKS |
| Written by Adhieswand |
| Friday, 17 February 2012 06:37 |
|
"Beban Tugas Akhir haruslah diusahakan sesuai dengan bobot SKS-nya. Dengan bobot 5 SKS maka Tugas Akhir idealnya dengan waktu minimal 15 jam per minggunya dapat diselesaikan dalam satu semester." Demikian disampaikan oleh M. Waziz Wildan, Ph.D, Ketua Jurusan Teknik Mesin dan Industri (JTMI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, dalam Sarasehan Pembimbingan Kerja Praktek (KP) dan Tugas Akhir (TA) yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Mesin (PSTM) Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI-UII). Kegiatan ini dilaksanakan pada 16 Februari 2011 di Ruang Auditorium Gedung FTI-UII. Mengawali presentasinya, Waziz Wildan menyampaikan tentang standar peniliaian Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang terkait dengan pelaksanaan KP dan TA, yaitu ketersediaan panduan, jumlah mahasiswa TA per dosen pembimbing, jumlah pembimbingan,kualifikasi dosen pembimbing, waktu penyelesaian TA, serta keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dosen. Terkait dengan KP, Waziz Wildan menekankan tentang pentingnya perluasan jaringan dengan perusahaan yang dapat dijadikan tempat KP mahasiswa. Perluasan jejaring ini dapat melalui alumni maupun jalinan kerja sama dengan perusahaan. Pada kegiatan ini juga disampaikan pengalaman Dr. Sri Kusumadewi (Direktur Pasca Sarjana FTI-UII) dalam membimbing Tugas Akhir. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PSTM sebagai salah satu kegiatan dalam Program Hibah Kompetisi Program Studi (PHKPS). Tujuannya adalah menyusun panduan sistem pembimbingan dan monitoring untuk pelaksanaan KP dan TA di lingkungan PSTM. (Adi)
|